Beranda › Indonesia › Jawa Tengah › Kota Surakarta (Solo)

Kota Surakarta (Solo)

Kota budaya di jantung Jawa Tengah — keraton yang masih hidup, kampung batik tertua, dan kuliner legendaris yang dirintis sejak puluhan tahun lalu.

📍 10 Wisata🍜 10 Kuliner
Kota Surakarta (Solo)

Wisata Top 5 Paling Ikonik

Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Surakarta Hadiningrat)
Keraton / Sejarah & Budaya

Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Surakarta Hadiningrat)

Didirikan Sri Susuhunan Pakubuwana II sekitar 1743–1744 (diresmikan 20 Februari 1745) sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Keraton masih menjadi kediaman Sunan dan pusat tradisi Kasunanan hingga kini, dengan kompleks seluas ±157 hektar di dalam benteng Baluwarti; sebagian kompleks dibuka untuk umum sebagai museum yang menyimpan hadiah raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan, dengan arsitektur campuran Jawa-Eropa bernuansa putih-biru.

📍 Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon
🏷️ Rp10.000–Rp35.000/orang🕘 Jam buka Senin–Kamis 09
Pura Mangkunegaran
Istana / Sejarah & Budaya (Kadipaten Mangkunegaran)

Pura Mangkunegaran

Istana resmi Kadipaten Mangkunegaran, dibangun tahun 1757 atas perintah Mangkunegara I (Raden Mas Said) setelah Perjanjian Salatiga, dan masih menjadi kediaman Adipati hingga Mangkunegara X. Arsitekturnya memadukan gaya Jawa dan Empire Eropa; Pendhapa Ageng seluas 3.500 m² — konon pendapa terbesar di Indonesia — dibangun tanpa paku, sementara Dalem Ageng kini berfungsi sebagai museum artefak kerajaan dan di kompleks ini ada Perpustakaan Rekso Pustoko (1867) serta Taman Pracima Tuin yang direvitalisasi 2022.

📍 Jl. Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari
🏷️ Rp30.000/orang🕘 Jam buka ±09
Museum Keris Nusantara
Museum (budaya / senjata tradisional)

Museum Keris Nusantara

Dibangun sejak 2013 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Agustus 2017, sebagai tindak lanjut pengakuan UNESCO atas keris sebagai warisan budaya takbenda (2005). Museum menyimpan ±409 keris berbagai jenis dan ukuran plus 38 tombak dan pusaka lain, sebagian karya masterpiece berusia ratusan tahun (tangguh Buddha, Singosari, Majapahit, Mataram); gedung 4 lantai berbentuk trapesium mengadopsi gaya arsitektur Candi Sukuh dengan sentuhan kontemporer.

📍 Jl. Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan (kompleks Stadion R. Maladi Sriwedari)
🏷️ Rp7.500
Taman Balekambang
Taman kota / Taman budaya & rekreasi

Taman Balekambang

Dibangun KGPAA Mangkunegara VII pada 26 Oktober 1921 sebagai hadiah untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah — awalnya bernama Partini Tuin (taman air) dan Partinah Bosch (hutan kota). Taman seluas 9,8 hektar ini memadukan konsep Jawa-Eropa dan berfungsi sebagai paru-paru serta daerah resapan kota; daya tariknya antara lain Bale Apung di tengah kolam, Taman Reptil, rusa jinak yang berkeliaran, dan bebek kayuh di Taman Air Partini. Direvitalisasi besar 2022–2023 dan diresmikan ulang Juli 2024.

📍 Jl. Balekambang No. 1, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari (di belakang Stadion Manahan)
🏷️ Rp5.000–Rp10.000/orang🕘 Jam buka Selasa–Minggu 07
Pasar Gede Hardjonagoro
Pasar tradisional / Wisata belanja & kuliner (cagar budaya)

Pasar Gede Hardjonagoro

Pasar terbesar dan tertua di Kota Surakarta, dibangun 1927 dan diresmikan 12 Januari 1930 atas perintah Pakubuwana X. Dirancang arsitek Belanda Ir. Herman Thomas Karsten dengan perpaduan gaya Belanda-Jawa, terdiri dari dua bangunan berlantai dua yang dipisahkan Jalan Sudirman; terletak di kawasan Pecinan, tepat di seberang Balai Kota dan Kelenteng Tien Kok Sie. Pasar ini adalah pusat kuliner legendaris Solo (dawet telasih, cabuk rambak, lenjongan, serabi, timlo, dan aneka jajan pasar) serta lokasi Grebeg Sudiro saat Imlek; ditetapkan sebagai cagar budaya (SK Walikota Surakarta No. 646/2013).

📍 Jl. Urip Sumoharjo, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres
🏷️ Gratis

Hidden Gem 5 yang Jarang Diketahui

Kampung Batik Laweyan
Kampung batik / Desa wisata budaya & sejarah

Kampung Batik Laweyan

Kampung batik tertua di Indonesia, sudah menjadi sentra kain sejak era Kerajaan Pajang (abad ke-14/16); nama "Laweyan" berasal dari kata "lawe" (benang). Di sinilah H. Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam pada 1911, dan kini gang-gang sempitnya dipenuhi rumah juragan batik bergaya Jawa–Eropa–Tionghoa, Masjid Laweyan abad ke-16, serta workshop membatik. Ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional.

📍 Kecamatan Laweyan — Jl. Dr. Rajiman No. 521 / Jl. Sidoluhur, Kelurahan Laweyan/Bumi
🏷️ Gratis masuk kawasan
Museum Batik Danar Hadi (House of Danar Hadi)
Museum batik / Kompleks heritage

Museum Batik Danar Hadi (House of Danar Hadi)

Kompleks wisata heritage di dalam Ndalem Wuryaningratan, rumah pangeran akhir abad ke-19 bergaya Jawa–Eropa yang direstorasi PT Batik Danar Hadi; museum batik kunonya dibuka 2002, kompleksnya diresmikan 2008. Menyimpan ±10.000 helai koleksi batik (rekor MURI sebagai koleksi terbanyak) dari berbagai pengaruh — keraton, Belanda, Tionghoa, India — plus workshop batik tulis/cap di belakang museum yang bisa disaksikan pengunjung.

📍 Kecamatan Laweyan — Jl. Slamet Riyadi No. 261, Kelurahan Sriwedari
🏷️ Rp35.000
Galeri Lokananta (Lokananta Bloc)
Museum musik / Studio rekaman bersejarah & creative hub

Galeri Lokananta (Lokananta Bloc)

Studio rekaman dan perusahaan rekaman pertama di Indonesia, didirikan 29 Oktober 1956 atas prakarsa R. Maladi (Kepala RRI); awalnya pabrik piringan hitam dan pusat penggandaan materi siaran RRI. Menyimpan ±50.000–53.000 piringan hitam dan 5.670 master rekaman, termasuk master lagu "Bengawan Solo" dan rekaman Proklamasi. Sempat vakum awal 2000-an, direvitalisasi 2022 dan dibuka kembali 2023 sebagai galeri 8 ruang, studio aktif, dan ruang kreatif.

📍 Kecamatan Laweyan — Jl. Ahmad Yani No. 379A, Kelurahan Kerten
🏷️ Area umum/kawasan gratis
Museum Radya Pustaka
Museum sejarah / sastra Jawa

Museum Radya Pustaka

Didirikan 28 Oktober 1890 oleh K.R.A. Sosrodiningrat IV (patih Pakubuwono IX) — museum tertua kedua di Indonesia setelah Museum Nasional Jakarta. Pindah 1 Januari 1913 ke Loji Kadipolo, bekas rumah warga Belanda Johannes Busselaar, di kompleks Taman Sriwedari. Koleksinya mencakup ±400 naskah Jawa kuno (termasuk Serat Centhini dan Serat Wulang Reh), arca Hindu-Buddha, keris, gamelan, wayang, dan meriam VOC abad ke-17/18; patung pujangga Ronggowarsito di halaman diresmikan Soekarno 1953.

📍 Kecamatan Laweyan — Jl. Slamet Riyadi No. 275, Kelurahan Sriwedari (kompleks Taman Sriwedari)
🏷️ Gratis
Monumen Pers Nasional
Museum pers / Monumen sejarah

Monumen Pers Nasional

Gedung Societeit "Sasana Soeka" dari 1918, dibangun atas perintah Mangkunegara VII dan dirancang arsitek pribumi pertama Mas Aboekasan Atmodirono; di gedung inilah PWI lahir pada 9 Februari 1946, dan monumennya diresmikan Presiden Soeharto 9 Februari 1978. Menyimpan lebih dari satu juta koran dan majalah sejak masa kolonial, mesin ketik, pemancar radio, kamera, serta enam diorama perkembangan pers Indonesia dan patung dada 10 tokoh pers.

📍 Kecamatan Banjarsari — Jl. Gajah Mada No. 59, Kelurahan Timuran
🏷️ Gratis

Kuliner Legend 5 Rasa Puluhan Tahun

Sate Kambing Bu Hj. Bejo
Sate Kambing / Sate Buntel

Sate Kambing Bu Hj. Bejo

Warung sate kambing legendaris yang dirintis Bejo dan istrinya dengan cara memikul dagangan keliling Solo sejak 1971, lalu menetap di Lojiwetan sejak 1999. Menu andalannya sate buntel — daging kambing cincang dibungkus lemak lalu dibakar — plus tengkleng dan tongseng, dengan daging empuk tanpa bau prengus; langganan keluarga Presiden Jokowi sejak masih Wali Kota Solo.

📍 Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon — Jl. Sungai Sebakung No. 10, Lojiwetan
🏷️ Rp45.000–Rp75.000/porsi
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Nasi Liwet

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Pelopor nasi liwet Solo, dirintis keluarga Bu Wongso Lemu dan kini dikelola generasi ketiga/keempat. Nasi gurih dimasak dengan santan disajikan di pincuk daun pisang dengan sayur labu siam, suwiran ayam kampung, telur pindang, dan areh (santan kental); buka sore hingga dini hari (sekitar 16.00–01.00 WIB) dan selalu ramai.

📍 Keprabon, Kecamatan Banjarsari — Jl. Teuku Umar, Keprabon
🏷️ Rp15.000–Rp38.000/porsi,…
Warung Selat Solo Mbak Lies
Selat Solo (bistik Jawa)

Warung Selat Solo Mbak Lies

Warung selat legendaris di gang kecil Serengan yang tidak pernah buka cabang sejak awal berdiri. Selatnya berupa daging semur (varian galantin ayam/sapi dan lidah sapi) dengan kentang, wortel, buncis, telur rebus, dan kuah kecap manis, disajikan di ruangan berinterior klasik penuh koleksi keramik milik pemiliknya, Wulandari Kusmadyaningrum (Mbak Lies); favorit artis dan wisatawan.

📍 Kecamatan Serengan — Jl. Veteran Gang II No. 42 (juga ditulis Jl. Yudhistira No. 9), Serengan
🏷️ Rp25.000–Rp29.000/porsi
Timlo Sastro (Timlo Balong)
Timlo (sup bening khas Solo)

Timlo Sastro (Timlo Balong)

Pelopor timlo di Solo, didirikan almarhum Pak Sastrohartono sebagai warung kaki lima di sekitar Pasar Gede. Timlo adalah sup kuah bening gurih berisi sosis Solo, telur pindang, dan ati ampela ayam, disajikan dengan nasi hangat bertabur bawang goreng; ciri khasnya kuah dituang dua tahap (kuah kental berbumbu lalu kuah encer tawar) dan tanpa soun/jamur/sayuran seperti timlo lain. Resep dipertahankan anak-anak Pak Sastro hingga kini.

📍 Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres — Jl. Abdul Muis No. 32A, sudut belakang Pasar Gede (cabang kedua: Jl. Dr.…
🏷️ Rp9.000–Rp23.000/porsi
Serabi Notosuman (Ny. Lidia & Ny. Handayani)
Serabi / Jajanan Pasar

Serabi Notosuman (Ny. Lidia & Ny. Handayani)

Serabi tertua dan paling ikonik di Solo, dirintis pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan — awalnya dari kegagalan membuat apem. Terbuat dari tepung beras, santan, dan pandan, dimasak di tungku dengan cetakan tanah liat hingga pinggirannya renyah dan tengahnya lembut berkuah santan; kini generasi keempat, dengan dua kios bersaudara di Jl. Moh. Yamin (Ny. Lidia No. 28 dan Ny. Handayani No. 49), hanya dua varian: original dan coklat. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (SK Kemendikbudristek No. 372/M/2021).

📍 Jayengan, Kecamatan Serengan — Jl. Moh. Yamin No. 28 (Ny. Lidia) & No. 49 (Ny. Handayani)
🏷️ ±Rp3.000–Rp3.400/biji

Kuliner Kekinian 5 yang Sedang Hits

Kopi Nako Solo
Coffee shop / Kafe modern (jaringan Kopi Nako)

Kopi Nako Solo

Cabang ke-54 Kopi Nako (Kanma Group), buka Agustus 2024 dan merupakan rumah pertama Kopi Nako yang buka 24 jam. Menempati bekas kantor koran Kompas yang disulap jadi kafe minimalis monokrom (putih-hitam-kayu) dengan mural koran Kompas edisi pertama dan mesin ketik jadul sebagai spot foto; punya area amphitheater outdoor berundak dan lantai 2 indoor full AC yang nyaman untuk kerja/nugas; pemesanan via aplikasi (scan QR di meja, bayar QRIS). Menu andalan: Es Kopi Nako (Rp23.000), Kopi Susu Daur Baur, Manual Brew, serta Nasi Merem Melek dan Bakmi Komplit.

📍 Penumping, Kecamatan Laweyan — Jl. Kalitan No. 1, Surakarta 57141
🏷️ ±Rp25.000–50.000/orang
☕Foto belum tersedia
Kafe / Wedangan modern (angkringan naik kelas)

Cafe Tiga Tjeret

Ikon kuliner Solo sejak Desember 2012, tepat di depan Pura Mangkunegaran di kawasan Ngarsopuro. Menggabungkan konsep wedangan dengan kafe: menu angkringan (nasi kucing seperti nasi bandeng/teri/granat, aneka sate-satean, wedang jahe, bandrek, wedang uwuh, es soda gembira) dalam suasana lebih bersih dan berkelas; interior unik bertema vintage — meja kayu berkaki mesin jahit jadul, lampu gantung dari gelas plastik, ornamen ceret (termasuk keran air berbentuk ceret). Dua lantai, sistem self-service, ada live music di hari tertentu; buka 12.00–00.00 WIB.

📍 Keprabon, Kecamatan Banjarsari — Jl. Ronggowarsito No. 97, Ngarsopuro, Surakarta 57131
🏷️ Sangat terjangkau,…
Tetra Coffee & Eatery
Coffee shop & eatery (kafe aesthetic)

Tetra Coffee & Eatery

Salah satu kafe paling populer di kalangan anak muda Solo, dengan interior modern minimalis bersentuhan kayu yang hangat dan banyak spot foto instagramable, area indoor dan outdoor, serta banyak colokan — cocok untuk nongkrong maupun kerja. Menu kopi beragam (espresso, cappuccino, manual brew, Indische Latte andalan) plus matcha latte, teh, dan camilan seperti churros dan pisang goreng; lokasinya strategis di Jl. Slamet Riyadi, dekat Hotel Alila.

📍 Kecamatan Banjarsari — Jl. Slamet Riyadi No. 560, Surakarta
🏷️ ±Rp15.000–50.000/orang
Pracima Tuin (Pracimasana) — Pura Mangkunegaran
Resto modern / fine dining keraton (kuliner heritage kekinian)

Pracima Tuin (Pracimasana) — Pura Mangkunegaran

Restoran di dalam taman bersejarah Pracima Tuin, kompleks Pura Mangkunegaran, yang direvitalisasi dan dibuka kembali untuk publik pada 21 Januari 2023. Mengusung fine dining khas keraton: menu diriset dari arsip perpustakaan dan kajian sesepuh Mangkunegaran — andalan seperti Dendeng Age, Sop Daging Rempah, Pepes Gurame Kemangi, Brubus, dan Puding Roti Mentega — disajikan dengan presentasi modern di taman dan bangunan bergaya Jawa yang sangat fotogenik. Viral di kalangan anak muda; wajib reservasi (via Instagram @pracima.mn), ada dress code, kuota ±175 orang/hari, 4 sesi makan @90 menit (10.00–21.00/22.00 WIB).

📍 Timuran, Kecamatan Banjarsari — Jl. RA Kartini, kompleks Pura Mangkunegaran, Surakarta 57131
🏷️ Premium,…
Eighteen Grounds (Eighteen)
Kafe & dessert (coffee shop kekinian)

Eighteen Grounds (Eighteen)

Kafe aesthetic dengan interior putih minimalis yang sangat instagramable, populer di kalangan remaja dan mahasiswa Solo. Menu andalan: cookies bomb berbagai varian rasa, aneka kopi (espresso, cappuccino, latte), minuman non-kopi (matcha, red velvet, hazelnut), makanan berat dan snack; fasilitas lengkap (WiFi, colokan) sehingga cocok untuk nugas. Daya tarik uniknya adalah elevator photobox (Rp30.000–50.000, tergantung konsep/jumlah orang) untuk foto-foto.

📍 Panularan, Kecamatan Laweyan — Jl. Honggowongso No. 78G, Surakarta
🏷️ ±Rp20.000–50.000/orang
UJI COBA KELANA

Kota Surakarta (Solo) baru awalnya.

Kelana sedang memetakan 514 kota & kabupaten di seluruh Indonesia — 20 titik wisata dan kuliner terkurasi untuk tiap kota.

Lihat Kota Lain →